DISCLAIMER

DISCLAIMER




Segala tulisan di blog ini bukan menganjurkan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Semua keputusan menjadi tanggung jawab anda masing-masing. Berhati-hatilah dalam investasi dipasar modal. Pelajari terlebih dahulu segala resikonya sebelum mengambil keputusan, apabila salah bisa menimbulkan kerugian.




Minggu, 13 Januari 2013

Rich trader review 11-01-13 What next?

What next? Selama sepekan IHSG diwarnai aksi profit taking, kemanakah arahnya minggu depan? Base on TA IHSG masih berpotensi koreksi dengan peluang minor rebound, artinya bisa saja IHSG kembali ambil nafas untuk naik lebih dulu sebelum turun lagi atau masih melanjutkan trend turunnya. IHSG closing minus 11 poin, asing net sell hari ke dua sebesar Rp 337 yang dalam dua hari terakhir mendekati Rp 600 M dengan value transaksi sebesar Rp 4 T. Memang belum sebanding dengan capital inflow dalam sebulan terakhir, tapi sebaiknya mulai waspada. Support IHSG masih tetap sama dengan posting tanggal 10 Januari.

Saham BBRI memang masih terlihat diakumulasi oleh fund asing dan masih cukup kuat menahan  tekanan market. Kali ini giliranI SMGR, ASII dan BBNI yang mendapat tekanan cukup deras dari asing. Sentimen pelemahan rupiah masih menjadi trigger turunnya market. Watch besok: TRST dan TOTL dengan stop loss yang ketat.

Eropa dan Dow  pada closing Jumat juga masih flat, sementara oil bergerak sama. Hanya gold yang terlihat sedikit menguat. Sebaiknya tetap hati-hati ditengah market yang cukup volatile, tetap disiplin dengan trading plan dan money management.

Save trade and happy profit.

Kamis, 10 Januari 2013

Rich trader review 10-01-13 Bear on the top

Bear on the top. IHSG kembali melanjutkan trend turunnya ditutup minus 46 poin dengan value Rp 4,1 T. Pertama kalinya asing mulai net sell sebesar Rp 270 M, setelah beberapa hari membukukan net buy. Saham yang menjadi target buang asing adalah ASII, TLKM, SMGR dan BBRI, dimana ASII net sell sebesar Rp 204 M. Jika diperhatikan hal ini sungguh contrarian dengan posisi buy asing pada ASII beberapa hari yang lalu.

Besok adalah IPO PT Sarana Meditama Metropolitan Tbk dengan ticker SAME,  PT Lautandhana menjadi underwriter –nya dengn harga perdana Rp 400. Saham BBRI masih diakumulasi asing ditengah-tengah tertekannya bursa. Sekali lagi IHSG bergerak anomali terhadap bursa Asia yang masih berada di zona hijau. Sementara itu si beruang masih berjaya diatas ring, mengalahkan si banteng yang hampir lemas. Support penting IHSG yang perlu di cermati 4287, 4266 dan 4222, jika 4222 disentuh dan dapat bertahan maka peluang rebound cukup besar dengan pattern double bottom. Untuk besok belum ada rekomendasi terlebih dahulu, lebih baik konsentrasi pada arah market, kira-kira sampai dimana akan terjadi turning point.

Cermati closing dari Eropa dan Dow, terutama rally dari commodity. Seperti oil dan gold yang bisa menjadi trigger saham-saham commodity. Pelemahan rupiah masih menjadi momok sendiri bagi para trader untuk melakukan posisi hold. Strategy hit and run or wait and see sepertinya akan lebih bijaksana di saat kondisi seperti ini. Tetap disiplin dengan trading plan dan money management.

Save trade and happy profit.

Rabu, 09 Januari 2013

Rich trader review 09-01-13 Minor correction

Minor correction. IHSG closing minus 35 poin di area support 4346-4350 seperti pada posting tanggal 7 January, asing masih net buy dengan value yang mengecil Rp 128 M dan value transaksi Rp 4,7T. Posting kemarin masih memberi warning agar hati-hati karena secara TA IHSG memang rawan koreksi. Sepanjang koreksi yang terjadi sehat justru lebih baik, biasanya koreksi tanpa volume. Cermati apakah penurunan yang terjadi disertai volume yang besar atau tidak. Hari ini IHSG anomali terhadap pergerakan bursa regional yang masih ditutup pada green zone.

Sementara ini profit taking terjadi pada TLKM, SMGR, BBNI dan AKRA, sedangkan BBRI masih terjadi akumulasi diatas Rp 100 M oleh asing, meskipun terkoreksi 100 rupiah. Watch besok: WIKA, PTPP dan ASSA, serta saham-saham commodity jika terjadi lonjakan harga internasionalnya. Jangan memaksakan untuk trading saat market lagi bergerak turun.

Saat artikel ini ditulis Eropa masih plus tipis, tinggal melihat closingnya serta pergerakan Dow. Harga oil dan gold sementara ini juga masih flat. Sentimen negatif seperti defisit dan melemahnya nilai tukar rupiah juga patut diwaspadai. Dampaknya terhadap emiten yang mempunyai hutang atau obligasi dalam U$ yang harus dicicil atau jatuh tempo. Kinerja emiten sedikit banyak akan tergerus oleh rugi kurs, termasuk emiten yang banyak memakai bahan baku import. Tetap disiplin dengan trading plan dan money management.

Save trade and happy profit.

Selasa, 08 Januari 2013

Rich trader review 08-01-13 Masih belum aman

Masih belum aman. IHSG closing plus 5 poin asing masih net buy Rp 299 M dengan value transaksi sebesar Rp 4,4 T. Walaupun IHSG naik dan asing masih net buy tapi potensi koreksi masih membayangi dengan target support seperti pada posting kemarin. Saham yang di akumulasi masih BBRI dan BMRI, sedangkan saham yang mulai diprofit taking tampak terjadi pada ASII.

Hari ini yang cukup menarik adalah pergerakan 3B yaitu BRAU, BRMS dan BORN yang secara TA cukup valid semoga tidak menipu. Saham-saham dari grup B7 mulai menggeliat dimulai dari BUMI, ENRG,UNSP dan ELTY. Secara teori saham dari grup B7 masih berpotensi naik, cermati dengan baik. Jika tahun ini identik dengan commodity yang berpegangan pertumbuhan ekonomi China dan India bisa saja grup ini berkibar kembali. Watch besok: BRAU,BRMS dan BORN.

Hangseng ditutup dengan posisi minus hampir 1% , sementara Eropa belum closing dan Dow belum buka. Oil masih menyentuh U$ 93/ barrel dan gold di kisaran U$ 1650/tray oz. Cermati pergerakan harga commodity yang mulai di akumulasi oleh beberapa Fund dan saham-saham perbankan yang deras dengan capital inflow. Tetap disiplin dengan trading plan dan money management.

Save trade and happy profit.

Rich trader review 07-01-13 Hati-hati

Hati-hati. Pada posting kemarin secara TA IHSG berpotensi koreksi, sepertinya semakin jelas. Untuk menengah masih uptrend, sepanjang uptrend line-nya tidak break. Target sementara hanya berupa minor koreksi setelah kenaikan yang cukup besar sejak awal tahun 2013 ini. Support ada di 4379 dan 4346, IHSG closing minus 18 poin, asing masih net buy besar Rp 806 M dengan value transaksi Rp 4,2 T.

BBRI masih menjadi target akumulasi asing dengan net buy diatas Rp 300 M, yang diikuti BBCA dan UNTR masing-masing 92M dan 83 M. Beberapa saham yang ob akan terjadi koreksi sehat, sebaliknya akan terjadi kenaikan di saham-saham yang sudah berada di os area. Saham-saham bc masih terjadi akumulasi secara bergantian.

Bursa Eropa minus tipis dan melihat dari closing Dow. Harga oil dan gold masih bergerak dalam kisaran sempit. Cermati pergerakan commodity yang akhir-akhir ini cukup atraktif. Tetap disiplin dengan trading plan dan money management.

Save trade and happy profit.